Di Balik Sebuah Logo

Tuesday, October 13, 2009 17:26
Posted in category Karya, Unek-Uneking Ati

Setelah lama tidak berkunjung ketempatnya Pak Budi kemarin saya dibuat terbelalak oleh tulisan yang ada di halaman (homepage) rumah beliau. beliau menuliskan mengenbai perjalanan beliau sampai akhirnya memenangkan lomba pembuatan logo muktamar muhammadiyah ke 46. Seru juga ternyata bahkan buisa saya katakan sangat seru, yaa sangat seru.

Saya baru mengetahui kalau ternyata begitu rumitnya dalam menentukan (mendesain) sebuah logo. Saya juga baru tahu ternyata harganya sangat mahal yaa sangat mahal (setidaknya utk ukuran saya yang baru mengetahui). Kemudian dari Mas Hans saya juga mendapatkan pencerahan. Pencerahan seperti apa?? coba perhatikan tulisan di bawah ini terlebih dahulu !!

 

Luasnya langit yang tak bertepi…

Kebesaran, kearifan dan keagungan yang dimiliki

Do’a – do’a yang dikumandangkan dan selalu mengiringi
Perjuangan menegakkan agama Islam di bumi yang tiada pernah henti
Kita sambut kehidupan baru dengan penuh semangat dan bersih hati
Bersama dengan terbitnya sang mentari diwaktu pagi

Dengan penuh optimis akan kehidupan yang lebih baik dimasa depan
Muktamar jelang satu abad Muhammadiyah
Dengan Mutamarnya yang ke-45 di Malang
Mengumandangkan…
“TAJDID GERAKAN UNTUK PENCERAHAN PERADABAN”

pertama kali embaca tulisan ini mungkin kita akan mengatakan ini adalh puisi. Sangat mirip dengan puisi atau bahkan bisa juga di kategorikan sebagai puisi. Ternyata ini adalah konsep dari sebuah logo. Logo Muktamar Muhammadiyah 45 di Malang. Seperti itu ternyata sebuah logo.

Sering saya membayangkan bahwa karya seni seperti lukis misalnya, itu pada awalnya adalah ngawur saja, yang penting mwenggoreskan kuas dan ketika sudah jadi dan kelihatan bagus baru dimaknai. Begitu pula sebuah logo, awalnya saya juga mengira tidak jauh dari itu. Namun ternyata begitulah seorang seniman. Karya berangkat dari keinginan yang kuat utk menyampaikan sesuatu. Ya itu setidaknya menurut saya.

Disini mulai kelihatan dengan sangat jelas bahwa saya selama ini ternyata hanya iseng saja. Saya sering juga coba menggambar (mendesain). dan saya sangat menikamati itu. Insya Allah saya akan bel;ajar lebih banyak lagi dari orang-orang seperti mas Hans dan Pak Budi ini. Terima kasih Pak Budi Mas Hans atas sharing pengalamannya.

Tidak ada artikel yang terkait.

You can leave a response, or trackback from your own site.

2 Responses to “Di Balik Sebuah Logo”

  1. irfan says:

    October 15th, 2009 at 1:11 am

    dan ketika sudah jadi dan kelihatan bagus baru dimaknai.

    teorinya sih, makna akan mematikan seni. seni itu bukan untuk dimaknai, tapi dihayati (jeile….)

  2. goplo says:

    October 28th, 2009 at 7:05 pm

    assalamualaikum mbah….dospundi wartanipun????

    wa’alaikum salam. Alhamdulillah simbah apik-apik wae kabare. Pandongane sampean yaa

Leave a Reply